Mediafbi.com |BALIKPAPAN – Ratusan jamaah memadati Pondok AL Barokah tepatnya di Jalan Proklamasi RT 061 Nomor 45, sekitar TPA Manggar, Balikpapan, Kamis (17/9/2026) malam.
Usai salat Isya, suasana kawasan tersebut berubah menjadi penuh nuansa religius. Masyarakat berkumpul untuk mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pondok Al Barokah dengan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Meraih Sukses Dunia dan Akhirat.”
Peringatan Maulid tersebut bukan sekadar menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mengajak jamaah kembali memahami dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dan diwarnai lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Ustad Syarifuddin. Suara lantunan Al-Qur’an menambah kekhusyukan jamaah sebelum memasuki rangkaian utama peringatan Maulid.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Habsyi dari Pondok Nurul Mustofa, pimpinan KH. Hamidillah. Lantunan sholawat dan irama Habsyi menggema di tengah jamaah, menghadirkan suasana penuh kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Pesan tentang pentingnya menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan tersebut.
Tidak hanya diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan Habsyi, peringatan Maulid juga diisi dengan mauidzah hasanah oleh
1. Sayid Alwi Wahid bin Abdul Wahid Al Aidid,
2. Habib Ridwan bin Qadri Al Idrus, dan di tutup oleh
3. Habib Muhammad Syarief bin Abdul Wahid Al Aidid.
Ketiga penceramah tersebut memberikan tausiah yang menitikberatkan pada keteladanan Rasulullah SAW, terutama bagaimana umat Islam dapat menerapkan akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
Tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Meraih Sukses Dunia dan Akhirat” menjadi pesan kuat dalam kegiatan tersebut.
Sebab, Rasulullah SAW tidak hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama dan cara membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat.
Makna Maulid bukan berhenti pada kemeriahan sebuah acara. Lebih jauh, Maulid menjadi momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana akhlak Rasulullah SAW kita hadirkan dalam kehidupan?
Kesuksesan dunia, sebagaimana pesan yang dibawa dalam tema kegiatan, semestinya berjalan seiring dengan bekal untuk kehidupan akhirat. Harta, jabatan dan berbagai pencapaian duniawi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan apabila tidak dibarengi iman, akhlak dan amal kebaikan.
Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW idealnya tidak hanya diwujudkan melalui sholawat dan peringatan Maulid, tetapi juga melalui perilaku nyata.
Jujur dalam perkataan, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, santun dalam bersikap, sabar menghadapi ujian dan peduli terhadap sesama merupakan bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kami berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus hidup dan diterapkan oleh jamaah, generasi muda maupun masyarakat luas”, ujar Habib Muhammad Syarief bin Abdul Wahid AL Aidid, anak dari Habib Abdul Hamid Bin Sulaiman AL Aidid selaku Ketua dan pendiri Pondok Pesantran AL Barokah.
” meneladani Rasulullah SAW bukan hanya tentang mengenang sejarah kelahirannya, tetapi menjadikan akhlaknya sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan dan meraih keselamatan dunia hingga akhirat”, tutupnya. (Mi)
































