Mediafbi.com | BALIKPAPAN – Ratusan pelajar SMA dan SMK Kartika V Balikpapan tak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka digembleng menguasai keterampilan yang bisa menjadi penentu hidup dan mati seseorang saat kondisi darurat.
Sebanyak 150 siswa mengikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar Kodam VI/Mulawarman melalui kegiatan Bakti Kesehatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Kartika V Balikpapan, Jalan Tanjungpura 1, sejak pukul 08.00 WITA, itu menjadi ajang pembekalan keterampilan pertolongan pertama bagi generasi muda.
Dengan mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut sekaligus mempertegas kedekatan TNI dengan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
Pelatihan dipandu langsung Kapten Ckm dr. Rahmat dari Rumah Sakit Tentara Dr. R. Hardijanto Balikpapan. Para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi langsung turun mempraktikkan teknik Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin phantom.
Satu per satu siswa mencoba melakukan kompresi dada dengan teknik yang benar di bawah pengawasan tim medis.
Suasana aula pun berubah menjadi ruang praktik penyelamatan jiwa. Antusiasme siswa terlihat saat mereka mencoba memahami setiap tahapan BHD, mulai dari mengenali kondisi darurat hingga melakukan kompresi dada dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Pelatihan ini menjadi penting karena dalam situasi kegawatdaruratan, pertolongan pada menit-menit awal dapat menjadi sangat menentukan sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pangdam VI/Mulawarman menegaskan, keterampilan menyelamatkan jiwa tidak semestinya hanya dikuasai tenaga kesehatan.
“Keterampilan menyelamatkan jiwa bukan hanya milik tenaga medis, tetapi harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama para pelajar sebagai generasi penerus,” tegas Pangdam VI/Mlw.
Menurutnya, pelatihan BHD bukan semata-mata membekali siswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun keberanian, kepedulian sosial dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
“Kita tidak hanya membentuk pemuda yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, keberanian dan kesiapan untuk hadir menjadi penyelamat di tengah masyarakat. Inilah wujud nyata kemunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Hasil pelatihan menunjukkan capaian positif. Dari 150 peserta, terdiri dari 75 siswa SMA dan 75 siswa SMK Kartika, sebanyak 90 persen peserta disebut mampu memahami alur BHD serta menguasai teknik kompresi dada sesuai standar keselamatan.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa para pelajar mampu menyerap keterampilan dasar yang sebelumnya mungkin belum pernah mereka praktikkan.
Kini, mereka tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti kegiatan HUT TNI. Para siswa juga membawa bekal keterampilan yang dapat digunakan ketika menghadapi kondisi darurat di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Melalui pelatihan BHD tersebut, Kodam VI/Mulawarman menjadikan momentum HUT ke-81 TNI bukan sekadar seremoni. Semangat pengabdian diterjemahkan dalam aksi nyata dengan membekali generasi muda agar lebih sigap, peduli dan berani mengambil tindakan ketika keselamatan seseorang berada di ujung tanduk.
TNI hadir bersama rakyat, dan kali ini keterampilan menyelamatkan nyawa ditanamkan langsung kepada generasi muda.(*)
































