Mediafbi.com | BALIKPAPAN, – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kapolda Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro mengajak masyarakat memperkuat perlawanan terhadap peredaran narkoba sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan media sosial yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Pesan tegas tersebut disampaikan Endar saat memberikan arahan kamtibmas kepada jemaah seusai sholat Jumat di Masjid At-Taqwa, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kaltim. Ia mengapresiasi peran masyarakat yang selama ini ikut menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan.
Menurut Endar, situasi kota yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif tidak terlepas dari kepedulian serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penikmat keamanan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan dari berbagai ancaman, termasuk peredaran narkoba.
Jangan Biarkan Media Sosial Memecah Belah Masyarakat
Selain persoalan narkoba, Endar memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial yang semakin masif di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook dapat menjadi sarana menyebarkan informasi positif. Namun, jika digunakan tanpa tanggung jawab, media sosial juga bisa menjadi ruang penyebaran fitnah, informasi palsu, dan provokasi.
Kapolda meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar, apalagi langsung membagikannya tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Menurutnya, kebiasaan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, merusak hubungan sosial, bahkan mengganggu situasi kamtibmas.
“Jangan mudah membagikan informasi dan jangan terburu-buru memberikan komentar. Perhatikan dulu kebenarannya dan lakukan verifikasi,” pesannya.
Endar juga menjelaskan fenomena post-truth, yaitu kondisi ketika suatu informasi dianggap benar karena terus-menerus diulang dan disebarkan, meskipun belum tentu sesuai dengan fakta.
Untuk itu, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi serta ikut mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid At-Taqwa
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kaltim menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk mendukung biaya perbaikan Masjid At-Taqwa.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Kaltim terhadap sarana ibadah sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.
Endar menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan, komunikasi, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun kritik sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Orientasi kami adalah masyarakat bisa merasakan keamanan, mulai dari beribadah dengan aman, bekerja dengan aman, hingga anak-anak bersekolah dengan aman. Itulah tujuan kita bersama,” tutupnya.
Melalui pesan tersebut, Polda Kaltim berharap kesadaran masyarakat untuk memerangi narkoba, menggunakan media sosial secara bijak, dan menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat.(*)
























