Mediafbi.com | JAKARTA – Polri mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur janji keuntungan instan dari judi online (judol). Di balik promosi kemenangan yang bertebaran di ruang digital, perjudian daring menyimpan risiko kerugian finansial, jeratan utang, hingga rusaknya keharmonisan keluarga.
Peringatan ini menjadi bagian dari program prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, khususnya poin ketiga tentang Bersih Judi Daring dan Penipuan Digital. Polri menegaskan, pemberantasan judol tidak cukup hanya dengan menindak pelaku, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mencegah diri sendiri dan keluarga terjerat perjudian digital.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengajak masyarakat lebih kritis terhadap berbagai promosi judi online yang beredar melalui media sosial, pesan pribadi, komentar spam, hingga tautan situs perjudian.
“Sejalan dengan program prioritas Kapolri, yaitu program Bersih Judi Daring dan Penipuan Digital, kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan promosi maupun janji keuntungan instan yang ditawarkan melalui ruang digital,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, promosi judi online kerap menonjolkan kemenangan dan keuntungan tertentu untuk membangun anggapan bahwa berjudi merupakan cara mudah mendapatkan penghasilan. Padahal, kemenangan sesaat bukan jaminan keuntungan berkelanjutan.
Jangan Terjebak, Kekalahan Bisa Berujung Utang
Polri menyoroti risiko ketika seseorang terus berjudi demi mengembalikan uang yang telah hilang. Keinginan mengejar kekalahan justru dapat membuat seseorang mempertaruhkan lebih banyak uang dan semakin sulit menghentikan kebiasaan tersebut.
Jika tidak dikendalikan, dampaknya bisa merembet ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari terganggunya kebutuhan sehari-hari, menumpuknya utang, hingga munculnya konflik dalam keluarga.
“Jangan sampai keinginan mendapatkan keuntungan dengan cepat justru membuat masyarakat mengabaikan risiko kerugian yang lebih besar,” tegas Trunoyudo.
Ia meminta masyarakat tidak menggunakan uang untuk kebutuhan pokok sebagai taruhan, tidak menyebarkan tautan promosi perjudian, serta tidak mudah percaya pada klaim keuntungan yang ditawarkan melalui platform digital.
Orang Tua Diminta Lindungi Anak dari Paparan Judol
Selain mengingatkan masyarakat agar menjauhi perjudian daring, Polri menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyebaran judol. Orang tua diharapkan mendampingi anak saat menggunakan internet serta membangun komunikasi terbuka mengenai bahaya perjudian digital.
Masyarakat juga diminta tidak mengakses situs perjudian, tidak melakukan deposit atau transfer uang untuk berjudi, serta tidak memberikan data pribadi maupun informasi keuangan kepada pihak yang mempromosikan aktivitas tersebut.
Apabila menemukan konten atau aktivitas yang diduga berkaitan dengan perjudian daring, masyarakat diimbau melaporkannya melalui kanal resmi yang berwenang dan tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut.
Sementara itu, apabila ada anggota keluarga yang mulai kesulitan menghentikan kebiasaan berjudi, pendekatan melalui komunikasi terbuka dan dukungan tanpa menghakimi dapat menjadi langkah awal untuk mencegah dampak yang lebih serius.
Polri Ajak Masyarakat Putus Rantai Penyebaran Judol
Trunoyudo menegaskan, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam mencegah perjudian daring dan penipuan digital. Penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan edukasi agar masyarakat semakin memahami risiko serta mampu melindungi diri dan keluarganya.
“Pemberantasan judi online membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi penyebaran perjudian daring, berani melaporkan aktivitas yang diduga melanggar hukum, serta saling mengingatkan mengenai risikonya,” tutupnya.
Polri berharap kesadaran masyarakat semakin kuat sehingga ruang digital tidak menjadi pintu masuk bagi praktik perjudian dan penipuan. Pesannya tegas: jangan mempertaruhkan masa depan demi janji keuntungan sesaat. Lindungi penghasilan, jaga keluarga, dan jangan beri ruang bagi judi online.(*)























