Mediafbi.com | BALIKPAPAN – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa disiplin, ketaatan hukum, dan integritas merupakan fondasi utama yang harus melekat pada setiap prajurit TNI. Tidak hanya sebagai kewajiban kedinasan, nilai-nilai tersebut harus menjadi jati diri prajurit dalam menjalankan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Penegasan itu disampaikan dalam amanat Panglima TNI pada upacara bendera yang digelar Kodam VI/Mulawarman di Lapangan Upacara Makodam VI/Mlw, Balikpapan, Senin (19/10/2026). Amanat dibacakan Kapoksahli Pangdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Deni Sukwara, S.E., M.Si., M.Han., dan diikuti prajurit TNI serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan khidmat.
Dalam amanatnya, Panglima TNI mengingatkan seluruh personel agar tidak melakukan tindakan yang mencederai kehormatan institusi, mulai dari tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau judol, penipuan, pemerasan, kekerasan, hingga penyalahgunaan wewenang.
“Disiplin dan ketaatan hukum harus menjadi bagian dari jati diri setiap prajurit. Jangan sampai perilaku segelintir oknum merusak citra institusi dan menggerus kepercayaan rakyat terhadap TNI,” demikian penekanan Panglima TNI dalam amanatnya.
Panglima TNI juga menekankan bahwa setiap prajurit memiliki tanggung jawab menjaga nama baik satuan dan institusi. Karena itu, para komandan satuan diminta menjadi teladan, memperkuat pengawasan melekat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi dan perilaku anggotanya.
Menurut Panglima TNI, profesionalisme prajurit tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas operasi, tetapi juga dari integritas, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan mempertanggungjawabkan setiap tindakan.
Selain penegakan disiplin, seluruh personel TNI juga dituntut meningkatkan kesiapsiagaan operasional, kemampuan deteksi dini, penguasaan teknologi pertahanan, serta soliditas dalam menghadapi perkembangan ancaman yang semakin kompleks.
Modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan, lanjutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, prajurit mampu menjalankan berbagai tugas secara optimal, baik dalam operasi militer maupun membantu penanggulangan bencana alam.
Panglima TNI turut mengingatkan pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Kehadiran prajurit di tengah rakyat harus mampu memberikan rasa aman, menghadirkan manfaat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi TNI.
Sikap humanis, tanggung jawab, dan integritas menjadi bagian penting dalam mewujudkan prajurit yang profesional sekaligus dekat dengan masyarakat.
Melalui upacara bendera tersebut, seluruh prajurit dan PNS Kodam VI/Mulawarman diharapkan semakin memperkokoh komitmen terhadap disiplin, hukum, dan nilai-nilai keprajuritan.
Jati diri prajurit TNI yang PRIMA — Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif — harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Komitmen tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kehormatan institusi, mempertahankan kepercayaan rakyat, serta mendukung tugas pokok TNI AD di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.(*)
























