Mediafbi.com | BANDUNG – Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., meresmikan Monumen Patung Prajurit Infanteri di Markas Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2026). Monumen setinggi 10 meter berbahan perunggu tersebut menjadi simbol ketangguhan, profesionalisme, serta semangat juang prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peresmian monumen ini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang, perjuangan, dan pengabdian Korps Infanteri TNI AD. Keberadaannya sekaligus menjadi pengingat bagi setiap prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam sambutannya, Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menegaskan bahwa monumen tersebut bukan sekadar karya seni atau bangunan bersejarah, melainkan representasi jati diri dan kebanggaan prajurit Infanteri.
“Monumen ini bukan hanya simbol keperkasaan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab dan kehormatan sebagai prajurit Infanteri. Semangat juang yang diwariskan para pendahulu harus terus kita pelihara dan wujudkan melalui pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” tegas Letjen TNI Iwan Setiawan.
Pembangunan Monumen Patung Prajurit Infanteri tersebut digagas langsung oleh Letjen TNI Iwan Setiawan ketika menjabat sebagai Komandan Pussenif. Gagasan ini lahir sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan warisan sejarah militer sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi prajurit penerus.
Dengan tinggi mencapai 10 meter dan berbahan perunggu, monumen ini menjadi salah satu ikon kebanggaan Korps Infanteri TNI AD. Wujud patung tersebut merepresentasikan ketangguhan, keberanian, profesionalisme, dan semangat pantang menyerah prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan di medan pengabdian.
Lebih lanjut, Pangkostrad menekankan bahwa kebanggaan sebagai prajurit Infanteri harus diwujudkan melalui kesiapan diri secara menyeluruh. Kesiapan tersebut mencakup kondisi fisik yang prima, penguasaan kemampuan tempur, profesionalisme, serta dukungan perlengkapan dan materiil yang memadai.
“Prajurit Infanteri harus selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas. Kesiapan fisik, kemampuan, mental, dan dukungan materiil harus terus ditingkatkan agar setiap prajurit mampu melaksanakan tugas secara profesional, efektif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika tantangan tugas yang terus berkembang menuntut setiap prajurit TNI AD untuk senantiasa meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin, serta mengembangkan profesionalisme. Dengan demikian, prajurit tidak hanya memiliki semangat juang yang tinggi, tetapi juga kesiapan operasional dalam menjalankan setiap amanah negara.
Pada kesempatan tersebut, Pangkostrad juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pemenuhan kebutuhan perlengkapan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapan operasional prajurit sekaligus meningkatkan kemampuan TNI dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan pertahanan negara.
Peresmian Monumen Patung Prajurit Infanteri ini diharapkan semakin memperkokoh kebanggaan terhadap Korps Infanteri TNI AD, sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh prajurit untuk terus menjaga kehormatan, meningkatkan kemampuan, dan mengabdikan diri demi tegaknya kedaulatan serta keutuhan NKRI.(*)























