Mediafbi.com | BALIKPAPAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas Polri tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian, insan pers, dan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Harapan tersebut disampaikan Ketua LSM Jaringan Anti Korupsi Nasional (Jakornas ) Kalimantan Timur, Andri, menanggapi rangkaian kegiatan HUT ke-75 Humas Polri yang digelar Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Kalimantan Timur. Menurutnya, peringatan hari jadi Humas Polri tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi titik penguatan kemitraan dan perbaikan komunikasi publik.
Andri menegaskan, sinergi antara Polri dan media harus dibangun di atas keterbukaan, profesionalisme, serta komitmen menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Momentum HUT ke-75 Humas Polri ini hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara kepolisian, insan pers, serta elemen masyarakat. Keterbukaan informasi publik harus diwujudkan secara transparan, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipercaya,” ujar Andri.
Menurutnya, Humas Polri memiliki posisi strategis sebagai penghubung institusi kepolisian dengan masyarakat. Karena itu, komunikasi publik yang baik tidak cukup hanya dengan menyampaikan keberhasilan institusi, tetapi juga perlu didukung sikap terbuka, responsif, dan profesional dalam memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.
Andri juga menilai, insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) merupakan bagian penting dalam ekosistem demokrasi. Keduanya dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kepentingan masyarakat, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.
“Sinergi bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol. Justru melalui kemitraan yang sehat, komunikasi yang terbuka, dan sikap saling menghormati, kita dapat membangun kepercayaan masyarakat. Media harus tetap profesional dan independen, sementara keterbukaan informasi dari institusi publik perlu terus diperkuat,” tegasnya.
Donor Darah, Wujud Kepedulian Humas Polri kepada Masyarakat
Sementara itu, Bid Humas Polda Kaltim menggelar kegiatan bakti sosial donor darah di Ruang Sidang Provam Polda Kaltim, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-75 Humas Polri yang mengusung tema “75 Tahun Humas Bersama Masyarakat”.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian bakti sosial yang telah dimulai pada Senin sebelumnya.
Menurut Tedy, kegiatan donor darah menargetkan sekitar 100 pendonor. Namun, jumlah peserta yang dapat mendonorkan darah tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan dan kelayakan masing-masing peserta oleh petugas medis.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Humas Polri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah, sekaligus memperkuat kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Selain kegiatan sosial, Tedy juga mengajak seluruh insan pers, baik media cetak, media daring, televisi maupun media sosial, untuk terus membangun kerja sama positif dalam menyampaikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada publik.
Transparansi Menjadi Kunci Kepercayaan Publik
Menanggapi hal tersebut, Andri berharap semangat kebersamaan yang diusung dalam HUT ke-75 Humas Polri benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa kepercayaan publik tidak terbentuk hanya melalui slogan atau kegiatan peringatan, melainkan melalui konsistensi dalam memberikan pelayanan informasi yang terbuka, objektif, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, Humas Polri semakin terbuka dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat. Bangun kolaborasi yang kuat dengan media dan seluruh elemen masyarakat, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dapat terus diperkuat,” ungkap Andri.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi yang dijalankan secara profesional dapat membantu mencegah kesimpangsiuran berita, menangkal informasi yang tidak terverifikasi, serta menciptakan komunikasi publik yang lebih sehat di tengah perkembangan arus informasi digital.
Andri berharap, peringatan HUT ke-75 Humas Polri menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun hubungan kemitraan yang setara, kritis, dan konstruktif antara Polri, media, LSM, serta masyarakat.
“Humas Polri harus terus hadir sebagai jembatan komunikasi yang mengedepankan keterbukaan, bukan sekadar penyampai informasi satu arah. Ketika transparansi, sinergi, dan profesionalisme berjalan beriringan, masyarakat akan merasakan manfaatnya secara nyata,” pungkasnya.
























