Mediafbi.com | SAMARINDA – Dinas Perhubungan Kota Balikpapan memperkenalkan potensi investasi pengembangan depo kontainer di Kelurahan Karang Joang dalam ajang Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang berlangsung di Hotel Fugo Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Proyek yang direncanakan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Balikpapan seluas sekitar 11,5 hektare tersebut ditawarkan sebagai peluang investasi strategis untuk memperkuat infrastruktur transportasi dan logistik di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Fathurrahman hadir sebagai narasumber sekaligus pemilik proyek (project owner) untuk memaparkan potensi pengembangan depo kontainer kepada para pemangku kepentingan dan calon investor.
Pengembangan depo ini direncanakan menjadi fasilitas logistik terpadu yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang, mendukung penataan angkutan bertonase besar, serta memperkuat konektivitas Balikpapan dengan kawasan pelabuhan, jalan tol Balikpapan–Samarinda, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Muhammad Fadli menilai pengembangan depo kontainer di Karang Joang memiliki potensi strategis untuk mendukung kebutuhan logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pengembangan depo kontainer ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem logistik yang lebih terintegrasi dan efisien. Kami ingin membuka peluang kolaborasi dengan investor agar potensi lahan milik pemerintah daerah dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mewujudkan infrastruktur transportasi yang mampu menjawab kebutuhan distribusi barang, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi dan pembangunan IKN.
Diharapkan Buka Lapangan Kerja dan Dorong UMKM
Selain memperkuat sistem logistik, pengembangan depo kontainer tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan investor berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan pendapatan daerah.
Keberadaan fasilitas logistik yang terintegrasi juga diharapkan memperkuat posisi Balikpapan sebagai salah satu pusat logistik regional yang mendukung distribusi barang di Kalimantan Timur.
Melalui partisipasi dalam Mahakam Investment Forum 2026, Pemkot Balikpapan berupaya memperkenalkan potensi investasi daerah sekaligus membuka ruang kerja sama untuk pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik yang berkelanjutan.
Dengan perencanaan yang matang dan dukungan investasi, depo kontainer di Karang Joang diharapkan dapat menjadi salah satu penunjang konektivitas logistik antara Balikpapan, kawasan pelabuhan, dan Ibu Kota Nusantara.
“Kami berharap melalui Mahakam Investment Forum 2026, potensi proyek ini dapat semakin dikenal oleh para investor dan membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting agar pengembangan infrastruktur ini dapat memberikan nilai tambah bagi daerah,” tutupnya.(*)
























