Mediafbi.com | JAKARTA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Di hadapan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia melontarkan keluhan tajam soal kondisi kelistrikan di daerahnya yang dinilai belum layak, padahal Kaltim dikenal sebagai lumbung energi nasional.
“Saya minta maaf, Pak Dirjen. Kaltim ini lumbungnya energi. Tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal. Tidak seperti hari ini, listrik gantian hidup, bukan gantian mati,” tegas Gubernur Harum saat Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Ruang Serbaguna Samaun Samadikun, Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Pembangunan Inklusif Bukan Sekadar Retorika
Gubernur Harum menegaskan, pembangunan inklusif yang selama ini digaungkan jangan hanya menjadi wacana. Menurutnya, aksi nyata harus dibuktikan, terutama dalam memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat Benua Etam.
“Listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat dan mendorong gairah investasi,” ujarnya.
Ia pun memperingatkan bahwa pasokan listrik yang tidak stabil tak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga berdampak serius terhadap iklim investasi. Proyek-proyek besar, kata dia, bisa terganggu jika listrik tidak andal.
109 Desa Masih Belum Teraliri Listrik
Dalam paparannya, Gubernur Harum membeberkan data memprihatinkan. Hingga akhir 2025, dari 1.038 desa/kelurahan di Kaltim, masih terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik PLN.
Kebutuhan jaringan antardesa dan antardusun yang belum teraliri listrik PLN mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms). Akibatnya, sebanyak 58.725 kepala keluarga (KK) belum menikmati layanan listrik PLN.
Pemprov Kaltim Bergerak Cepat
Tak tinggal diam, Pemprov Kaltim pada 2025 melakukan intervensi melalui Program Pra-PLN. Salah satu langkahnya adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Tahun 2025 kita juga melakukan perluasan jaringan listrik antardusun di 16 desa untuk menerangi 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga,” pungkas Gubernur Harum.
Dengan segudang sumber daya alam yang dimiliki, publik kini menanti apakah janji terang bagi seluruh warga Kaltim benar-benar terwujud, atau justru tetap menjadi mimpi di tengah gelapnya malam.(*)
































