Mediafbi.com | BERAU – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat Polri melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar 3 turun langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga, Kabupaten Berau, memberikan edukasi sekaligus membagikan masker kepada warga dan petugas TPA.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kawasan TPA memiliki material yang mudah terbakar. Dalam kondisi cuaca panas dan kering, potensi munculnya titik api harus diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Di lokasi, para Serdik berdialog dengan warga dan petugas TPA. Mereka memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, langkah pencegahan serta pentingnya segera melaporkan apabila ditemukan asap atau titik api.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau melakukan kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan api tanpa pengawasan.
Kasihumas Polres Berau AKP Suradi menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah Karhutla.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Peran aktif masyarakat sangat penting karena pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini,” ujar Suradi.
Edukasi Disertai Kepedulian
Kehadiran Serdik tidak hanya membawa pesan pencegahan. Mereka juga membagikan masker kepada warga dan petugas yang beraktivitas di kawasan TPA Bujangga.
Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sehari-hari berada di lingkungan yang berpotensi terpapar debu maupun asap.
Kegiatan berlangsung secara humanis dan dialogis. Para Serdik juga menyempatkan diri makan siang bersama warga dan petugas TPA. Suasana tersebut menjadi momentum mempererat komunikasi sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., mengatakan pencegahan Karhutla tidak boleh menunggu sampai api muncul.
“Penanganan Karhutla merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari pencegahan, edukasi, pemantauan hingga respons cepat ketika ditemukan titik api. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” jelas Tedy.
Menurutnya, edukasi langsung kepada masyarakat merupakan bagian dari strategi pencegahan yang harus terus diperkuat. Masyarakat menjadi mata dan telinga pertama yang dapat mengetahui apabila muncul tanda-tanda kebakaran di lingkungannya.
Tedy juga menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Polri terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, relawan dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap,” tegasnya.
Kegiatan di TPA Bujangga menjadi gambaran bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya persoalan penanganan ketika api sudah berkobar. Edukasi, kepedulian dan kecepatan masyarakat dalam melaporkan potensi kebakaran menjadi langkah awal untuk menyelamatkan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, Serdik Sespimmen Polri ke-67 turut menegaskan komitmen menghadirkan Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membangun kesadaran dan kepedulian bersama terhadap keselamatan lingkungan.(*)
































