Mediafbi.com | BALIKPAPAN – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Puluhan siswa Paket A Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Barat mendapatkan pengalaman langsung mengenal ekosistem mangrove sekaligus keselamatan di wilayah perairan melalui kegiatan outing class di Mako Ditpolairud Polda Kaltim, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara langsung bagaimana lingkungan pesisir harus dijaga serta memahami pentingnya keselamatan ketika beraktivitas di wilayah perairan.
Dalam kegiatan itu, personel Ditpolairud Polda Kaltim memberikan edukasi mengenai ekosistem mangrove melalui Program Pendidikan Ekosistem Mangrove. Para siswa diperkenalkan dengan fungsi dan manfaat mangrove, termasuk perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Tak hanya belajar tentang lingkungan, para siswa juga diajak mengenal lebih dekat dunia Search and Rescue (SAR).
Sejumlah peralatan SAR diperkenalkan kepada para siswa, mulai dari jenis, fungsi hingga cara penggunaannya dalam mendukung proses pertolongan dan penyelamatan di wilayah perairan.
Materi diberikan secara langsung dan interaktif sehingga para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat serta mengenal perlengkapan yang digunakan personel dalam menjalankan tugas penyelamatan.
Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif mengikuti penjelasan dan mendapatkan kesempatan mengenal lebih dekat tugas personel Ditpolairud Polda Kaltim, khususnya dalam menjaga keamanan perairan sekaligus memberikan pelayanan dan pertolongan kepada masyarakat.
Kegiatan outing class tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dan mengutamakan keselamatan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui edukasi tersebut, Ditpolairud Polda Kaltim berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian mangrove serta memiliki pengetahuan dasar mengenai keselamatan saat berada di sekitar wilayah perairan.
Belajar mangrove, mengenal SAR, dan memahami keselamatan perairan menjadi pengalaman nyata yang diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus kesadaran keselamatan sejak dini.(*)
































