Mediafbi.com | MALINAU – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kelestarian hutan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Irau Malinau ke-12 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau Tahun 2026 di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya, Wempi menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, keberlangsungan budaya, dan masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, Kabupaten Malinau memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang menjadi aset penting sekaligus tanggung jawab bersama untuk dijaga. Salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian adalah Taman Nasional Kayan Mentarang yang memiliki nilai strategis bagi pelestarian ekosistem dan lingkungan.
“Menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya tugas petugas di lapangan, melainkan tanggung jawab setiap orang yang hidup dan menggantungkan kehidupan pada alam,” tegas Wempi.
Waspadai Karhutla, Lindungi Kelestarian Alam
Bupati mengingatkan bahwa ancaman karhutla dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan ekosistem, pencemaran udara, gangguan kesehatan masyarakat, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi.
Karena itu, ia meminta perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, petugas penanggulangan bencana, pelaku usaha, serta masyarakat untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Wempi juga mengapresiasi peran masyarakat yang selama ini turut menjaga kelestarian alam dan kehijauan Bumi Intimung. Ia berharap kepedulian tersebut terus ditingkatkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan, melindungi kawasan hutan, mencegah kerusakan alam, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, dipengaruhi dinamika geopolitik global, perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, hingga perubahan iklim. Kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan bekerja sama.
Irau Harus Perkuat Persatuan dan Ekonomi Rakyat
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Irau Malinau ke-12 diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Wempi menegaskan bahwa keberhasilan Irau tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, jumlah pengunjung, atau banyaknya pertunjukan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial, kebudayaan, dan perekonomian masyarakat.
Ia mengajak seluruh masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan Irau dengan penuh sukacita, menjaga keamanan dan ketertiban, menghormati perbedaan, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan selama perayaan berlangsung.
Semangat kebersamaan, lanjutnya, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Malinau yang lebih maju dan sejahtera.
Menuju Malinau yang Maju, Damai, dan Lestari
Bupati Wempi berharap seluruh rangkaian Irau Malinau ke-12 dan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga berharap Malinau terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, damai, berbudaya, dan tetap menjaga kelestarian alam.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Irau Malinau ke-12, “Dari Bumi Intimung untuk Indonesia: Bersatu dalam Doa, Berkarya dalam Kebinekaan, Berinovasi untuk Kemajuan, dan Menjaga Alam demi Masa Depan.”
Pesan itu menjadi pengingat bahwa kemajuan Malinau membutuhkan persatuan seluruh masyarakat, pelestarian budaya, inovasi berkelanjutan, serta komitmen bersama untuk melindungi lingkungan bagi generasi mendatang.(*)























