Mediafbi.com | BALIKPAPAN, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan para pengelola objek wisata dan hotel untuk memperketat sistem pengamanan. Hal ini guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun tindak kriminal yang dapat merugikan pengunjung.
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Kaltim, AKBP Sugeng Subagyo, S.H., dalam talkshow “Ngobrol Pintar” (Ngopi) di studio Balikpapan TV (BTV), Selasa (26/8/25).
Fokus pada Pencegahan
Sugeng memaparkan, pihaknya secara aktif melakukan risk and assessment atau penilaian dan analisis risiko ke berbagai objek vital pendukung pariwisata. Tujuannya jelas: meminimalisir potensi bahaya sebelum kejadian terjadi.
“Assessment kami lakukan untuk mengidentifikasi masalah dan meminimalisir risiko sesuai SOP. Ini penting untuk cegah kecelakaan, kerugian materiil, dan utamakan keselamatan pengunjung,” tegas Sugeng.
Sudah Banyak Lokasi yang Diassessment
Ditpamobvit tidak hanya memberi imbauan, tetapi turun langsung berkoordinasi dengan pelaku usaha. Beberapa lokasi yang telah mendapat penilaian di antaranya:
· Hotel Astara Balikpapan, khususnya untuk wahana waterboom-nya.
· Pantai Manggar, menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.
· Pantai Lamaru, dengan mengecek kelayakan sarana dan prasarananya.
Sugeng juga menekankan pentingnya peran hotel dalam mencegah tindak pidana. “Para pengelola jangan hanya kejar profit, tapi wajib beri pelayanan dan keamanan terbaik. Kami siap bantu assessment untuk cegah kriminalitas di lingkungan hotel,” tambahnya.
Ajakan Kolaborasi untuk Pengelola Wisata
Di akhir talkshow, Polda Kaltim melalui Ditpamobvit mengajak semua pengelola wisata yang belum melakukan risk and assessment untuk segera berkordinasi.
“Bagi yang belum laksanakan assessment, silakan bersurat ke kami. Khusus event berbayar, assessment jadi syarat sebelum mengurus izin keramaian. Pasang juga rambu-rambu yang jelas untuk keselamatan bersama. Kami berkomitmen penuh berikan pelayanan dan perlindungan terbaik,” pungkas Sugeng menutup perbincangan.




























