Mediafbi.com | Penajam – Mentari mulai condong ke barat, melukis langi Penajam dengan jingga keemasan. Suara azan Magrib sebentar lagi akan berkumandang, menandakan usainya rasa haus dan dahaga bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Di tengah suasana penuh kekhusyukan itu, puluhan sosok berseragam loreng hadir di tengah masyarakat. Bukan membawa senjata, melainkan membawa nampan berisi takjil. Mereka adalah prajurit dari Yonif TP 826, Jajaran Brigif TP 85/BTC, yang memilih turun ke jalan untuk berbagi kebahagiaan.
Sore itu, Selasa 10 Maret 2026, senyum ramah para prajurit menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Satu per satu paket makanan ringan dan segelas air mineral disodorkan kepada para pengendara ojek online, pejalan kaki yang tergesa-gesa, hingga pedagang kaki lima yang sibuk merapikan dagangan.
“Ini bukan sekadar bagi-bagi takjil. Ini tentang kehadiran kami di tengah masyarakat,” ujar salah satu perwira di lokasi. “Bahwa di bulan yang suci ini, rasa lapar dan haus yang kami tahan justru mengajarkan kami untuk lebih merasakan apa yang dibutuhkan saudara-saudara di sekitar.”
Momen-momen kecil pun tercipta. Ada anak kecil yang menerima takjil dengan malu-malu, lalu tersenyum lebar. Ada kakek tua yang mengangguk sambil menggenggam erat tangan prajurit. Ada juga pengendara motor yang membalas lambaian tangan para personel TNI sambil mengucapkan “Terima kasih, Pak Tentara!”
Bagi masyarakat Penajam, kehadiran prajurit sore itu bukan sekadar aparat keamanan, melainkan sahabat yang berbagi dalam suka. Bagi para prajurit, inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang tak lekang oleh waktu. Di ujung senja Ramadan, berkat terbagi, hati pun terpaut.





























