Mediafbi.com | BALIKPAPAN, – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga melakukan refleksi atas peran dan tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar PT Apical, perusahaan pengolah minyak nabati, dengan insan pers di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (11/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Apical menyoroti nilai kebermanfaatan dan tanggung jawab industri kelapa sawit di tengah masyarakat. Manajemen Apical menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan dialog konstruktif guna meluruskan persepsi serta menjelaskan kontribusi nyata sektor ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Karena pada akhirnya, kelapa sawit bukan cuma minyak. Ia adalah manfaat yang dikelola dengan tanggung jawab, untuk hari ini dan untuk masa depan,” demikian pernyataan Yudha, perwakilan manajemen Apical, dalam sambutannya.
Semangat tanggung jawab tersebut, menurut perusahaan, tidak hanya berhenti pada aspek produksi, tetapi juga diwujudkan dalam pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. Manager General Affairs PT Kutai Refinery Nusantara (PT KRN), unit bisnis Apical, Randy Suwenli, memaparkan salah satu inisiatif hijau yang tengah dijalankan.
“Salah satu upaya yang baru-baru ini dilakukan adalah melalui program pemanfaatan FABA atau Fly Ash and Bottom Ash. Material sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap milik PT KRN yang telah beroperasi sejak 2021 ini, kami olah kembali menjadi produk bernilai ekonomis,” jelas Randy.
Melalui program ekonomi sirkular tersebut, FABA disulap menjadi batako dan paving block. Yang menarik, pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar, sehingga tidak hanya menghasilkan produk bernilai guna, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan menerapkan prinsip tanggung jawab lingkungan yang sejalan dengan nilai kebermanfaatan sosial.
Komitmen untuk terus mendorong praktik sawit berkelanjutan ini, menurut Apical, merupakan implementasi dari filosofi perusahaan yang dikenal dengan sebutan 5C, yaitu Good for the Community, Good for the Country, Good for the Climate, Good for the Customer, dan Good for the Company. Filosofi ini menempatkan kebermanfaatan dan tanggung jawab sebagai fondasi dalam setiap rantai operasional perusahaan, memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan serta komunitas sekitar.
Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang. Proses pengolahan mid-stream yang terintegrasi secara vertikal dan pemrosesan hilir dengan nilai tambah menjadikannya sebagai pemasok integral yang mendukung kebutuhan pangan, pakan ternak, oleokimia, dan bahan bakar. Dengan aset terintegrasi di Indonesia, Cina, dan Spanyol, serta usaha patungan di berbagai negara seperti Brasil, India, dan Amerika Serikat, pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparansi.




























