Mediafbi.com | Balikpapan – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., menghadiri kegiatan sosialisasi kredit program perumahan yang digelar di wilayah Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat yang melibatkan sejumlah instansi pusat dan lembaga keuangan.
Acara yang berlangsung di Balikpapan tersebut menghadirkan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang kini menjadi Kementerian PKP, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Bank Mandiri, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta PT SM (Sarana Multigriya Finansial).
Kehadiran Kapolda Kaltim menunjukkan dukungan aparat kepolisian terhadap program pemerintah yang bertujuan memudahkan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mendorong peningkatan ekonomi rakyat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Endar Priantoro menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan lembaga perbankan maupun pengembang perumahan sangat penting untuk memastikan program ini berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami dari jajaran Polda Kaltim mendukung penuh upaya kolaboratif ini. Akses perumahan yang layak dan pemberdayaan ekonomi adalah hak dasar masyarakat. Polisi akan mengawal agar tidak ada kendala keamanan atau praktik penyimpangan yang merugikan warga,” ujar Kapolda.
Sementara itu, perwakilan Kementerian PKP dan BP Tapera memaparkan skema pembiayaan perumahan berbasis tabungan masyarakat, termasuk kemudahan pencairan KPR bersubsidi serta bantuan pembiayaan untuk rumah sangat sederhana. PNM dan Bank Mandiri juga memperkenalkan produk kredit usaha rakyat (KUR) dan program pemberdayaan kelompok wanita serta pelaku UMKM di sekitar kawasan perumahan baru.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh puluhan perwakilan warga, kelompok tani, pelaku usaha kecil, serta aparat kelurahan dan kecamatan di Balikpapan. Diharapkan, program tersebut dapat mengurangi backlog perumahan di Kaltim sekaligus menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.




























