Mediafbi.com | Papua – Duka mendalam menyelimuti rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan pangan dan ternak kepada masyarakat di pedalaman Papua harus meregang nyawa setelah menjadi sasaran penembakan oleh kelompok bersenjata seperti yang dilansir dari Instagram @arustimur.(10/9/2026)
Insiden berdarah ini terjadi pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 15.47 WIT di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan . Rombongan yang terdiri dari delapan pegawai tersebut sebelumnya tengah melintas untuk mendistribusikan bantuan berupa beras dan ternak kepada warga setempat .
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya saat itu sedang dalam perjalanan kembali ke Wamena usai menyerahkan bantuan pangan kepada warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima . Namun, nahas, saat melintas di Distrik Muliama, mereka tiba-tiba dihadang dan ditembaki oleh orang tidak dikenal .
Dalam insiden tersebut, tiga pegawai dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian, sementara lima pegawai lainnya berhasil menyelamatkan diri dan melarikan diri ke Puskesmas Mulia . Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi .
Identitas Korban
Tiga korban yang gugur dalam tugas kemanusiaan ini telah dievakuasi ke RSUD Wamena. Berdasarkan data yang dihimpun, ketiga korban adalah :
· AR (49 tahun)
· AAM (35 tahun)
· WM (25 tahun)
Seluruh jenazah korban saat ini telah berada di RSUD Wamena untuk proses lebih lanjut .
Klaim Pihak TPNPB-OPM
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut . Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran persnya menyatakan bahwa pihaknya menuding ketiga korban yang merupakan ASN sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia .
Menurut versi TPNPB, insiden bermula ketika kendaraan yang ditumpangi rombongan dihentikan di Jalan Trans Wamena–Tiom untuk menjalani pemeriksaan. Kelompok tersebut mengklaim telah meminta seluruh penumpang tetap berada di dalam kendaraan. Namun, mereka berdalih ketiga korban bertindak panik hingga berusaha melarikan diri, sehingga mereka menembak mati ketiga korban .
Hingga saat ini, pernyataan TPNPB mengenai status korban sebagai agen intelijen maupun kronologi penembakan masih merupakan klaim sepihak dan belum terverifikasi secara independen.
Respons Menteri Pertanian
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga petugas tersebut. Ia menyebut ketiga korban sebagai “pahlawan pangan” yang gugur saat menjalankan tugas mulia untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua .
“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dalam keterangan resminya .
Amran menegaskan bahwa para petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di Papua tidak membawa ancaman bagi masyarakat. Karena itu, ia meminta keselamatan petugas lapangan menjadi perhatian dan mendapat jaminan keamanan dari aparat .
Ia juga meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri untuk mengusut tuntas penembakan tersebut dan memastikan keamanan bagi para petugas yang menjalankan program pangan di wilayah Papua diperkuat .
“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya .
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, membenarkan adanya insiden penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Namun, ia mengaku pihaknya masih belum bisa memastikan apakah pelaku merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau bukan .
“Kronologi (kejadian) masih kami dalami, kami belum bisa pastikan (pelaku) KKB atau bukan,” tutur Yusuf saat dikonfirmasi melalui pesan singkat .
Sementara itu, Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, pelaku penembakan diduga adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami .
Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional memastikan bahwa program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan akan tetap dilanjutkan. Pemerintah juga menyatakan akan memberikan dukungan kepada keluarga para korban yang gugur dalam menjalankan tugas tersebut .(*)
































