Mediafbicom | JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) bersama French Air and Space Force (FASF) terus memperkuat interoperabilitas dan kesiapan operasi udara melalui Air Maneuver Exercise (AMX) Pegase 2026. Latihan tersebut digelar di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Rangkaian latihan diawali dengan penerjunan 10 personel Detasemen Matra 1 Brigade Parako 1 Pasgat menggunakan pesawat Airbus A400M TNI AU. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi Air-to-Air Refueling (AAR) yang melibatkan satu pesawat Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT), dua Rafale FASF, serta dua Rafale TNI AU.
Komandan Skadron Udara 12 Letkol Pnb Arie Prasetyo mengatakan, simulasi pengisian bahan bakar di udara atau AAR bukan sekadar latihan teknis, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan operasi udara secara terpadu.
Menurutnya, kemampuan melaksanakan AAR memungkinkan pesawat tempur memperpanjang waktu dan jangkauan operasional tanpa harus kembali ke pangkalan untuk melakukan pengisian bahan bakar.
“AAR merupakan salah satu materi latihan yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas sekaligus memperluas jangkauan operasional pesawat. Melalui latihan ini, personel TNI AU dan FASF dapat menyamakan prosedur, meningkatkan koordinasi, serta membangun kepercayaan dalam pelaksanaan operasi udara bersama,” jelas Letkol Pnb Arie Prasetyo.
Ia menegaskan, keberhasilan operasi udara modern sangat ditentukan oleh kemampuan setiap unsur untuk bekerja secara terintegrasi. Karena itu, latihan bersama seperti AMX Pegase menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel sekaligus memperkuat pemahaman terhadap prosedur operasi yang berlaku di masing-masing angkatan udara.
“Interoperabilitas bukan hanya soal kemampuan pesawat untuk beroperasi bersama, tetapi juga bagaimana setiap personel mampu memahami prosedur, berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengambil tindakan secara tepat dalam satu skenario operasi,” ujarnya.
AMX Pegase 2026 sekaligus menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara TNI AU dan FASF. Interaksi langsung dalam latihan memungkinkan kedua pihak meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dinamika operasi udara yang semakin kompleks.
Keterlibatan pesawat Rafale TNI AU dan Rafale FASF dalam skenario latihan juga menunjukkan pentingnya kemampuan operasi bersama antarsatuan pengguna alutsista dengan platform sejenis. Sementara kehadiran A400M dan A330 MRTT memberikan pengalaman dalam mendukung mobilitas personel serta operasi udara dengan jangkauan yang lebih luas.
Bagi TNI AU, AMX Pegase 2026 tidak hanya menjadi agenda latihan bersama, tetapi juga bagian dari proses membangun kemampuan operasi udara yang semakin adaptif, profesional, dan terintegrasi.
Latihan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis sekaligus meningkatkan kesiapan TNI AU dalam melaksanakan operasi udara bersama.
“TNI Angkatan Udara — Jauh di Langit, Dekat di Hati.”(*)
































