Mediafbi.com | SIBOLGA,— Kapal Negara (KN) Ganesha milik Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya merapat di Pelabuhan Sibolga, Sumatra Utara, pada Sabtu (6/12/2025) dini hari, pukul 03.20 WIB. Kapal ini menyelesaikan misi pengiriman bantuan dan personel pendukung untuk operasi tanggap darurat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara dengan menempuh perjalanan laut yang panjang dan penuh tantangan.
Perjalanan selama lima hari empat malam itu dimulai dari Jakarta pada Selasa (2/12) dan melintasi rute sepanjang 540 mil laut atau lebih dari 1.000 kilometer. Rutenya melalui Selat Sunda, Selat Semangka, lalu menyusuri pesisir barat Pulau Sumatra.
“Perjalanan relatif lancar, cuaca cukup mendukung. Tantangan terbesar justru dari gelondongan kayu besar yang hanyut di perairan, terutama di perbatasan Sumbar dan Sumut. Kami sempat mengarahkan kapal ke tengah laut untuk menghindarinya,” kata Mualim I KN Ganesha, Teuku Sufriadi Ramadhani, saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, keberadaan kayu-kayu hanyut itu memaksa kapal untuk tidak bisa berlayar pada kecepatan maksimal guna menjaga keselamatan dan baling-baling kapal. Kewaspadaan ekstra terus dilakukan kru sepanjang perjalanan.
Bongkar Muat di Padang
Sebelum meneruskan perjalanan ke Sibolga, KN Ganesha (SAR-105) terlebih dahulu singgah di Teluk Bayur, Padang, pada Jumat (5/12). Di sana, kapal menurunkan sebagian bantuan logistik dan personel SAR tambahan untuk memperkuat operasi di wilayah Sumatra Barat yang juga terdampak bencana.
Setelah proses bongkar muat dan pengisian bahan bakar, kapal yang mengangkut 16 orang kru serta 43 personel SAR dan pendukung itu kembali berlayar menuju tujuan akhir pada pukul 08.58 WIB.
Perkuat Sektor Pencarian
Kedatangan KN Ganesha di Sibolga menandai dimulainya fase distribusi bantuan dan personel ke lokasi bencana yang lebih spesifik. Personel yang terdiri dari penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, Bandung, dan Banten, beserta seluruh logistik, segera diarahkan ke sejumlah posko dan sektor pencarian di Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Dukungan ini sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan operasi SAR dan penanganan darurat di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan,” ujar pernyataan resmi Basarnas yang diterima Kompas.
Dengan tiba nya kapal ini, Basarnas berharap operasi pencarian, pertolongan, dan distribusi bantuan untuk korban bencana alam di Sumatra Utara dapat berjalan lebih intensif dan terkoordinasi. (Wisnu)





























