Mediafbi.com | BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Daerah Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan serta penguatan ekonomi berbasis koperasi. Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-4 FPPI di Kebun Binjai, Kelurahan Teritip, Sabtu (24/1/2026).

Ketua DPD FPPI Kalimantan Timur, S Wahyudi S. Sos, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran jajaran pengurus pusat dan pembina FPPI ikut serta menghadiri kegiatan HUT FPPI yang ke 4 Tahun. Turut hadir Purnawirawan TNI Kolonel (Purn) Sugeng Waras selaku Ketua DPP FPPI Pusat serta Komjen Pol (Purn) Oegroseno sebagai Pembina FPPI (Mantan Wakapolri).
“Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Ketua Umum, Bapak Sekretaris Jenderal Sahar, serta pembina kita Bapak Seno,” ujar Ketua DPD FPPI Kaltim yang sering disapa Wahyu.
Acara ini, juga dihadiri unsur Muspida Kaltim dan Balikpapan.

Wahyu menegaskan bahwa semangat kebangsaan para purnawirawan tidak pernah berhenti meski telah menyelesaikan masa tugas sebagai aparat negara. “Merah Putih bukan soal mantan. Kami tetap prajurit TNI dan Polri. Pengabdian tidak berhenti meski sudah purna tugas,” tegasnya.
Wahyudi menjelaskan, FPPI Kalimantan Timur memiliki dua program utama, yakni pembentukan satu koperasi FPPI dan penguatan kedaulatan pangan. Program koperasi dinilai penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang mulai luntur di tengah masyarakat. “Melalui koperasi, kami ingin mempersatukan kembali budaya gotong royong. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga persatuan,” katanya.
Sementara itu, program kedaulatan pangan disebut sebagai fondasi utama dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. “Kalau kita mau sehat, pangan harus diperhatikan. Kalau tidak ada pangan, tidak mungkin masyarakat bisa sehat,” ucap Wahyudi.
Saat ini, FPPI Kalimantan Timur telah mengelola sekitar 30 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk pertanian dan peternakan, di antaranya jeruk madu, bayam, cabai, ternak ayam kampung, ayam petelur, serta komoditas lainnya. Lahan tersebut akan terus dikembangkan melalui skema koperasi agar manfaatnya semakin luas. “Kami akan tingkatkan lagi lewat koperasi, sehingga lebih besar. Di setiap kabupaten dan kota akan kami bentuk dan kibarkan,” ujarnya.
Wahyudi menegaskan bahwa program FPPI tidak hanya ditujukan untuk wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga memiliki visi nasional. “Bukan hanya di Benua Etam atau Kaltim saja. Program ini kami dorong agar bisa lebih luas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi juga menyoroti potensi besar Kalimantan Timur, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya alam. Ia menyebut, luas lahan di Kaltim yang dikuasai Hak Guna Usaha (HGU) mencapai sekitar 3,2 juta hektare.( Mudi )




























