Mediafbi.com | JATILUHUR, JAWA BARAT — Latihan Pembentukan Taipur XII Kostrad Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup. Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, MPICT., menegaskan bahwa berakhirnya latihan bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi para prajurit terpilih.
Penutupan latihan berlangsung di Menlatpur Kostrad, Jatiluhur, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).
Latihan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk prajurit Taipur yang memiliki kemampuan khusus, ketangguhan fisik dan mental, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas dan lingkungan strategis yang terus berkembang.
Para prajurit menjalani proses seleksi dan latihan secara intensif dengan penekanan pada tujuh komponen kemampuan utama. Mulai dari kepemimpinan, ketangguhan fisik, disiplin, naluri intelijen, naluri tempur, kerja sama tim, hingga ketaatan terhadap perintah dan kesiapan melaksanakan tugas operasi.
Tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, latihan juga diarahkan untuk membangun kemampuan teknik dan taktik prajurit dalam menghadapi berbagai situasi di medan operasi.
Materi yang diberikan mencakup gerilya dan lawan gerilya, taktik satuan kecil, infiltrasi melalui darat, perairan dan udara, hingga intelijen tempur.
Kemampuan tersebut diproyeksikan menjadi bekal bagi prajurit Taipur dalam mendukung berbagai bentuk penugasan, termasuk sebagai Satgas Intelijen, Satgas Tempur, Satgas Pembebasan Sandera/Tawanan maupun penugasan lainnya sesuai kemampuan dan perlengkapan yang dimiliki.
Bukan Sekadar Lulus Latihan
Pangkostrad menekankan, keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian latihan tidak boleh membuat prajurit berhenti meningkatkan kemampuan.
Sebaliknya, kelulusan menjadi awal untuk terus memelihara, mengembangkan dan mempertajam kemampuan agar tetap berada dalam kondisi siap operasional.
“Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Prajurit Taipur merupakan kebanggaan Kostrad yang harus senantiasa siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun,” tegas Pangkostrad.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam penutupan Latihan Pembentukan Taipur XII. Predikat sebagai prajurit terpilih tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga melekatkan tuntutan kesiapan, disiplin dan tanggung jawab dalam setiap penugasan.
Dengan berakhirnya latihan, para prajurit Taipur diharapkan mampu membawa seluruh kemampuan yang telah ditempa selama pendidikan ke dalam kesiapan nyata di lapangan, menghadapi medan, cuaca, serta dinamika operasi dengan profesional dan terukur.(*)
































