Mediafbicom | JAKARTA – Perang melawan narkotika tak bisa dilakukan sendirian. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) mempertebal barisan untuk menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus berkembang.
Penguatan sinergi itu mengemuka dalam audiensi Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Suyudi hadir didampingi jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BNN RI. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ancaman Narkoba Makin Kompleks
BNN menilai persoalan narkotika bukan lagi ancaman yang bisa ditangani melalui pendekatan sektoral. Peredaran gelap narkotika membutuhkan kerja bersama, koordinasi berkelanjutan, serta keterlibatan seluruh komponen bangsa.
Dalam audiensi tersebut, Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan kerja sama TNI AD dalam membantu upaya P4GN.
“Persoalan narkotika membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan nasional,” demikian garis besar penegasan Kepala BNN RI dalam pertemuan tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba tidak berhenti pada penindakan. Pencegahan, kewaspadaan wilayah, pertukaran informasi, hingga penguatan koordinasi menjadi bagian penting dalam membangun pertahanan bersama menghadapi jaringan peredaran narkotika.
TNI AD Tegaskan Dukungan
Di sisi lain, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen TNI AD untuk terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman narkotika di Indonesia.
Dukungan tersebut diarahkan melalui penguatan koordinasi, peningkatan kewaspadaan di wilayah tugas, serta optimalisasi kerja sama dengan BNN dalam mendukung pelaksanaan P4GN.
“TNI Angkatan Darat terus mendukung langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman narkotika. Penguatan koordinasi dan kewaspadaan di wilayah menjadi bagian penting dari dukungan tersebut,” tegas Kasad dalam audiensinya.
Bukan Sekadar Pertemuan Seremonial
Pertemuan BNN dan TNI AD menjadi sinyal bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan kekuatan lintas institusi.
BNN sebelumnya juga memperkuat kolaborasi P4GN dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam pertemuan dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), BNN menekankan bahwa ancaman narkotika telah menyentuh berbagai lingkungan masyarakat, termasuk sekolah, kampus, desa, kawasan perkebunan hingga wilayah pesisir.
Karena itu, penguatan kerja sama dengan TNI AD menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas daya cegah dan kewaspadaan terhadap ancaman narkotika di berbagai wilayah.
Bagi BNN, sinergi tersebut harus berujung pada langkah nyata di lapangan. Bukan sekadar pertemuan, tetapi koordinasi yang mampu memperkuat pencegahan sekaligus penanganan permasalahan narkotika secara komprehensif.
Dengan dukungan TNI AD, BNN menegaskan kembali komitmennya memperkuat P4GN dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Pesannya tegas: perang terhadap narkoba membutuhkan seluruh kekuatan bangsa. BNN dan TNI AD memilih memperkuat barisan, sebelum ancaman narkotika semakin meluas.(*)
































