Mediafbi.com | Malang – Langit Malang kembali menjadi saksi lahirnya penerbang tempur muda TNI Angkatan Udara. Dua siswa Transisi XIX EMB-314 Super Tucano menuntaskan salah satu tahapan penting dalam pembentukan penerbang tempur melalui Tradisi Transisi Terbang Solo, Kamis (17/9/2026).
Tradisi tersebut digelar di Hanggar Skadron Udara 2 dan dipimpin langsung Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS.
Dua penerbang muda yang mencatat keberhasilan tersebut yakni Lettu Pnb Rizky Hafiz Maulana dan Lettu Pnb M. Noufal Arifian Hutomo. Keduanya merupakan lulusan AAU Tahun 2022 dan Sekolah Penerbang A-102 Tahun 2023.
Terbang solo menggunakan EMB-314 Super Tucano bukan sekadar pencapaian individual. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses membentuk penerbang tempur TNI AU yang memiliki kemampuan, ketangguhan, disiplin, dan kesiapan menghadapi tuntutan operasi udara.
Danlanud Abdulrachman Saleh memberikan apresiasi atas keberhasilan kedua penerbang tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan menerbangkan pesawat tempur harus berjalan beriringan dengan disiplin, loyalitas, semangat juang, profesionalisme, serta komitmen terhadap keselamatan.
“Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi bagian dari proses panjang untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme sebagai penerbang tempur,” demikian pesan yang ditekankan dalam tradisi tersebut.
Momentum keberhasilan kemudian ditandai dengan penyiraman kembang kepada kedua penerbang. Tradisi ini menjadi simbol apresiasi sekaligus penanda bahwa keduanya telah melewati salah satu fase penting dalam perjalanan menjadi penerbang tempur TNI AU.
Di balik kokpit Super Tucano, tuntutan profesionalisme tidak pernah berhenti. Setiap jam terbang menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, memperkuat mental, serta memastikan setiap penerbang siap menghadapi dinamika operasi udara modern.
Tradisi Transisi Terbang Solo pun menjadi penegasan bahwa kekuatan TNI AU tidak hanya bertumpu pada kecanggihan alutsista, tetapi juga pada kualitas prajurit yang mengawaki dan mengoperasikannya.
TNI Angkatan Udara — Jauh di Langit, Dekat di Hati. (*)
































