Mediafbi.com | Balikpapan, – Sebanyak 1.684 personel Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan November-Februari. Kesiapsiagaan ini ditunjukkan dalam Apel Gelar Pasukan dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Sabtu (6/12/2025).

Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro menyatakan, langkah ini merupakan respons atas peristiwa tragis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November lalu, sekaligus mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa ditunda.
“Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor merupakan ancaman nyata. Keberadaan anggota Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dukungan nyata bagi masyarakat,” ujar Endar dalam arahan yang didampingi Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji dan Pangdam VI/MLW Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.
Kesiapan Terpadu: Dari Personel hingga Koordinasi
Selain personel Polri, kesiapsiagaan ini juga melibatkan 427 personel TNI dan 1.604 personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, BMKG, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, serta instansi terkait lainnya. Totalnya, sekitar 3.715 personel siap dioperasikan.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan, antara lain rapat koordinasi lintas sektor, pelatihan peningkatan kompetensi, patroli gabungan antisipasi bencana, kesiapan sarana prasarana pendukung, hingga sosialisasi mitigasi kepada masyarakat.
Simulasi di BSCC Dome menjadi ajang untuk meningkatkan keterampilan personel, memastikan alur komando, serta memperjelas tugas dan tanggung jawab masing-masing institusi.
Penekanan Kapolda: Deteksi Dini hingga Partisipasi Masyarakat
Di akhir kegiatan, Kapolda Kaltim memberikan sejumlah penekanan untuk dipedomani seluruh peserta, di antaranya:
1. Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana.
2. Memberikan informasi dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.
3. Memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana.
4. Mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons darurat.
5. Melaksanakan tugas kemanusiaan dengan empati dan profesionalisme.
6. Menjalankan prosedur penanggulangan bencana secara tepat.
7. Meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder.
8. Mendorong partisipasi masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
Endar menegaskan, peran Polri dalam penanganan bencana bersifat vital dan multidimensi, bukan hanya pada tahap respons di lapangan, namun juga dalam pemulihan, mitigasi, dan koordinasi lintas sektor.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana hadir dengan kesiapan optimal, sekaligus bentuk jaminan kepada masyarakat Kaltim bahwa aparat keamanan, instansi kebencanaan, dan seluruh stakeholder siap bergerak cepat saat bencana terjadi.(Noor)





























