Mediafbi.com | DEPOK, — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menerima penghargaan bergengsi Adhibhakti Sanapati yang diberikan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Penganugerahan itu berlangsung di sela-sela kegiatan ceramah umum di Auditorium Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok, pada Selasa (28/4/2026).
Penghargaan Adhibhakti Sanapati diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan dharma bakti Panglima TNI yang dinilai luar biasa bagi bangsa dan negara, khususnya dalam penguatan bidang keamanan siber dan persandian. BSSN memandang TNI sebagai mitra strategis yang konsisten menjaga stabilitas ruang digital nasional di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman global.
Dalam ceramah umum yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pegawai BSSN, Jenderal Agus Subiyanto menegaskan komitmen TNI untuk terus memperkuat postur pertahanan siber nasional. Menurut dia, penguatan itu dilakukan melalui pendekatan komprehensif yang mencakup tiga pilar utama: pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang siber, penguatan regulasi dan doktrin pertahanan, serta peningkatan kolaborasi lintas sektoral.
“Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan TNI menghadapi dinamika ancaman global yang semakin kompleks di ruang siber,” ujar Jenderal Agus di hadapan para peserta ceramah.
Panglima TNI juga secara khusus menyoroti pentingnya sinergi antara TNI dan BSSN. Menurutnya, kolaborasi yang erat menjadi fondasi utama untuk membangun kekuatan pertahanan siber yang tangguh dan adaptif.
“Mudah-mudahan kolaborasi antara TNI dengan BSSN semakin kita tingkatkan dalam rangka menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan untuk mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Lebih jauh, Jenderal Agus mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi telah melahirkan bentuk konflik baru, yakni perang media atau perang non-fisik. Konflik jenis ini, kata dia, memanfaatkan berbagai platform komunikasi sebagai sarana utama untuk memengaruhi opini publik, sehingga diperlukan kewaspadaan kolektif.(Mi)



























