• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
FBI
  • Home
  • Advertorial
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • IKN
  • Politik
  • TNI
  • POLRI
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sports
  • Tokoh
  • Kriminal
  • Parlemen
No Result
View All Result
FBI
  • Home
  • Advertorial
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • IKN
  • Politik
  • TNI
  • POLRI
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sports
  • Tokoh
  • Kriminal
  • Parlemen
No Result
View All Result
FBI
  • Home
  • Advertorial
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • IKN
  • Politik
  • TNI
  • POLRI
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sports
  • Tokoh
  • Kriminal
  • Parlemen
Home Advertorial

Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

Admin by Admin
April 29, 2026
in Advertorial, Daerah, POLRI
0
Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Mediafbi.com | BALIKPAPAN, – Perkembangan teknologi informasi yang kian masif telah mengubah media sosial menjadi ruang publik utama yang turut membentuk opini dan perilaku masyarakat. Namun, di era post-truth atau pascakebenaran, transformasi digital ini justru memunculkan tantangan serius, mulai dari polarisasi, ruang gema (echo chamber), hingga gelombang hoaks yang disebut sebagai “tsunami informasi palsu”.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, dalam forum diskusi “Quo Vadis Media Sosial Kalimantan Timur” yang digelar Pusat Studi Kepolisian Universitas Balikpapan, di Aula Gedung Mahakam Mako Polda Kaltim, Rabu (29/4/2026).

Bukan Sekadar Pengguna, tapi Hidup di Ekosistem Digital

Dalam sambutannya, Endar menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan telah benar-benar hidup di dalam ekosistem digital.

“Dunia hari ini tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi sudah ke arah digitalisasi. Kita hidup di dalamnya, dan teknologi informasi kini menjadi arsitek utama yang membentuk ruang publik dalam media sosial,” ujar Endar di hadapan para peserta diskusi.

Menurutnya, media sosial telah bertransformasi dari sekadar platform berbagi menjadi “alun-alun digital” tempat opini publik dibentuk dan diperdebatkan. Namun, di balik berbagai manfaatnya, muncul sejumlah persoalan baru yang berdampak nyata pada kehidupan sosial.

Endar menyoroti fenomena echo chamber sebagai salah satu tantangan utama. Algoritma media sosial, katanya, dirancang untuk memberikan konten yang disukai pengguna, bukan yang dibutuhkan untuk memperluas wawasan.

“Ini menciptakan gelembung ideologi dan polarisasi yang tajam di masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, kecepatan penyebaran informasi kerap mengorbankan proses verifikasi. Akibatnya, hoaks dan disinformasi mudah meluas dalam hitungan detik.

“Kini informasi menyebar dalam hitungan detik, tetapi sering mengabaikan verifikasi. Kebenaran bisa terkubur oleh kebohongan yang diulang-ulang,” ujar Kapolda.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI), kata Endar, semakin memperumit situasi. Teknologi deepfake mampu memanipulasi konten audio dan visual secara meyakinkan, mengaburkan batas antara fakta dan fiksi.

“Bahkan ketika sudah dibuktikan palsu, masyarakat sering terlanjur percaya secara emosional,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya agresi digital, seperti perundungan siber dan fenomena “pengadilan netizen” yang kerap berjalan lebih cepat dibanding proses hukum formal.

“Media sosial sering memfasilitasi amukan massa digital daripada diskusi yang substantif. Ini berdampak pada degradasi kualitas diskusi publik,” tambahnya.

Tak hanya itu, dampak psikologis dari paparan konten yang menampilkan standar kehidupan tidak realistis juga menjadi perhatian tersendiri.

Literasi Digital dan Kolaborasi Jadi Kunci

Menghadapi kondisi tersebut, Endar menekankan pentingnya literasi digital serta kolaborasi lintas sektor. Masyarakat dituntut mampu menyaring dan membedakan kebenaran di tengah gempuran informasi sintetis.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola platform, dan masyarakat untuk menyaring dampak negatif media sosial,” tegasnya.

Ia berharap ke depan media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab, sehingga justru mampu memperkuat kualitas demokrasi dan kehidupan sosial masyarakat, bukan sebaliknya.( Mi)

Previous Post

Polda Bali Bikin Patroli Siber, Jaga Transisi Bali Jadi Pulau Digital dari Maling Online

Next Post

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Admin

Admin

Next Post
Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

April 29, 2026
Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

April 29, 2026
Polda Bali Bikin Patroli Siber, Jaga Transisi Bali Jadi Pulau Digital dari Maling Online

Polda Bali Bikin Patroli Siber, Jaga Transisi Bali Jadi Pulau Digital dari Maling Online

April 28, 2026
Tarrget Kota Layak Anak Paripurna 2026, DP3AKB Balikpapan Libatkan Wartawan Tekan Kasus Kekerasan

Tarrget Kota Layak Anak Paripurna 2026, DP3AKB Balikpapan Libatkan Wartawan Tekan Kasus Kekerasan

April 28, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Puluhan Ormas Balikpapan, Menolak Tegas Ormas Grib Jaya Masuk Ke Kaltim

Puluhan Ormas Balikpapan, Menolak Tegas Ormas Grib Jaya Masuk Ke Kaltim

September 3, 2024
Wagub Seno Aji, Menegaskan Pendidikan Dan Kesehatan Harus Terlaksana Dalam 100 Hari Program Gratispol

Wagub Seno Aji, Menegaskan Pendidikan Dan Kesehatan Harus Terlaksana Dalam 100 Hari Program Gratispol

Februari 24, 2025
Kelola 30 Hektare Lahan, FPPI Kaltim Perkuat Kedaulatan Pangan

Kelola 30 Hektare Lahan, FPPI Kaltim Perkuat Kedaulatan Pangan

Januari 24, 2026
“Wartawan FBI Tampil Juara Satu Badminton, Ikut Meriahkan 22 Tahun Hulu Migas Kalsul”

“Wartawan FBI Tampil Juara Satu Badminton, Ikut Meriahkan 22 Tahun Hulu Migas Kalsul”

Agustus 30, 2024

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

April 29, 2026
Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

April 29, 2026
Polda Bali Bikin Patroli Siber, Jaga Transisi Bali Jadi Pulau Digital dari Maling Online

Polda Bali Bikin Patroli Siber, Jaga Transisi Bali Jadi Pulau Digital dari Maling Online

April 28, 2026
Tarrget Kota Layak Anak Paripurna 2026, DP3AKB Balikpapan Libatkan Wartawan Tekan Kasus Kekerasan

Tarrget Kota Layak Anak Paripurna 2026, DP3AKB Balikpapan Libatkan Wartawan Tekan Kasus Kekerasan

April 28, 2026

Recent News

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

Sinergi TNI dan BSSN, Panglima Agus Subiyanto Raih Penghargaan Adhibhakti Sanapati

April 29, 2026
Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

Kapolda Kaltim: Medsos di Era Post-Truth Perkuat Hoaks dan Polarisasi

April 29, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta mediafbi.com © 2024 Web Development - TabWeb | PT.TAB

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • IKN
  • Politik
  • TNI
  • POLRI
  • Ekonomi & Bisnis
  • Sports
  • Tokoh
  • Kriminal
  • Parlemen

Hak Cipta mediafbi.com © 2024 Web Development - TabWeb | PT.TAB