Mediafbi.com | BALIKPAPAN, — Pekan Budaya Borneo 2025 secara resmi dibuka di Taman Bekapai, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (12/12/2025). Festival kebudayaan bertema “Jejak Maestro: Panggung Para Penjaga Tradisi” ini dihelat untuk menelusuri dan menghidupkan kembali kearifan budaya lokal di Pulau Kalimantan.
Acara yang berlangsung hingga Sabtu (13/12/2025) ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV, dan Pemerintah Kota Balikpapan. Pembukaan dihadiri ratusan masyarakat serta sejumlah pejabat daerah.

Dalam sambutannya, Kepala BPK Wilayah XIV, Lestari, S.Si., M.P., menegaskan bahwa perhelatan ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan ruang bagi para pelestari budaya.
“Ini adalah panggung bagi para penjaga tradisi. Sebuah ikhtiar kolektif untuk menapaki kembali jejak-jejak maestro di tanah tua Kalimantan,” kata Lestari.
Ia secara khusus menyampaikan penghargaan atas partisipasi aktif dari dewan adat serta 40 paguyuban daerah yang berbasis di Balikpapan. Menurutnya, kehadiran mereka mencerminkan soliditas dan kehidupan multikultural yang harmonis di kota tersebut.
Pemerintah Kota Balikpapan, yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesra dan SDM, Adamin Siregar, menyambut baik penyelenggaraan festival ini. Ia menilai inisiatif BPK Wilayah XIV selaras dengan upaya pemkot dalam mempromosikan kebudayaan dan pariwisata daerah.
“Kami mengapresiasi langkah strategis yang mengangkat kekayaan budaya Kalimantan sebagai daya tarik utama,” ujar Adamin.
Selama dua hari, pengunjung dapat menyaksikan beragam pertunjukan seni, mulai dari musik tradisional hingga modern, serta tari kontemporer yang dipentaskan di panggung utama Balikpapan Creative Center (BCC).
Tidak hanya pertunjukan, gelaran ini juga memamerkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf) lokal di area Taman Bekapai. Hal ini ditujukan untuk memberi ruang berkembang bagi pelaku ekonomi kreatif setempat.
Masyarakat umum diimbau untuk berpartisipasi menyaksikan rangkaian acara, terutama pada puncak perhelatan, Sabtu (13/12/2025), guna merayakan warisan budaya Borneo yang otentik dan terus berkembang.(NK/mudy)





























