Mediafbi.com | Jakarta, 30 April 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan operasional serta profesionalisme personel, Grup 2 Heli (Helikopter) TNI Angkatan Udara menggelar Latihan Matra Udara Level II bertajuk Sarva Gesit-26. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) ini menitikberatkan pada penguasaan skenario operasi udara kompleks yang menguji kemampuan teknis dan taktis para prajurit helikopter.
Latihan yang digelar di markas Grup 2 Heli tersebut melibatkan berbagai skenario tempur dan kemanusiaan. Para awak helikopter disimulasikan menghadapi situasi darurat nyata, mulai dari evakuasi medis udara (Medical Evacuation/Casevac) di area konflik, penanggulangan kebakaran hutan dan permukiman dari udara, hingga mobilitas udara Very Important Person (VIP) yang memerlukan presisi tinggi.
Tidak hanya itu, skenario pembebasan sandera (Hostage Rescue) dan misi Combat Search and Rescue (CSAR)—yang merupakan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah musuh—juga menjadi bagian inti latihan. Skenario ini bertujuan untuk memantapkan prosedur tetap satuan dalam merespons ancaman non-tradisional dan operasi penyelamatan personel di lingkungan berbahaya.
Sebanyak lima jenis helikopter andalan TNI AU dikerahkan dalam latihan terpadu ini, antara lain:
· NAS 332 Super Puma (helikutor serbaguna berat),
· EC 725 Caracal (helikopter taktis untuk CSAR dan serangan),
· EC 120B Colibri (helikopter latih ringan),
· NAS 332 VVIP (versi khusus untuk angkut kepresidenan/pejabat tinggi), serta
· AW-139 (helikopter medium multiperan).
Kehadiran berbagai tipe helikopter ini sekaligus menguji kemampuan pilot, teknisi, dan kru darat dalam beralih-ganti platform secara cepat serta memastikan integrasi sistem persenjataan dan navigasi di tengah skenario yang dinamis.
Kegiatan tersebut langsung ditinjau oleh Komandan Grup 2 Heli, Marsma TNI R. Endri Kargono, M.Han. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa latihan Sarva Gesit-26 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan instrumen penting untuk memetakan kesiapan satuan.
“Latihan ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk terus meningkatkan profesionalisme. Setiap prajurit, dari kru udara hingga pendukung darat, harus siap menghadapi spektrum ancaman yang semakin luas—baik operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP),” ujar Marsma TNI Endri di sela-sela peninjauan.
Beliau juga menambahkan bahwa evaluasi pasca-latihan akan segera dilakukan untuk mengidentifikasi celah kemampuan serta menyempurnakan taktik, teknik, dan prosedur (TTP) satuan.
Dengan penekanan pada kesiapan yang riil dan terukur, Grup 2 Heli TNI AU berkomitmen untuk terus menjadi ujung tombak kekuatan udara yang responsif. Latihan Sarva Gesit-26 menjadi salah satu bukti bahwa personel dan alutsista TNI AU senantiasa dipacu agar mampu melaksanakan setiap tugas operasi udara, kapan pun dan di mana pun diperlukan.
Sebagai penegas jati diri, TNI Angkatan Udara tetap menjunjung semboyan:
“Jauh di Langit, Dekat di Hati.” (Tommy)




























