Mediafbi.com | Jakarta – Di tengah pusaran konflik yang masih membara di Lebanon Selatan, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-S/UNIFIL berhasil menorehkan sejarah. Mereka tidak hanya sukses menjalankan mandat pemeliharaan perdamaian PBB, tetapi juga meraih dua penghargaan tertinggi sekaligus dari United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL).
Dua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Force Commander UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara, sebagai bentuk apresiasi atas profesionalisme dan jiwa kemanusiaan yang ditunjukkan prajurit Indonesia.
Penghargaan pertama, Letter of Appreciation, diberikan atas kontribusi nyata di sektor kemanusiaan: menyediakan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi warga lokal yang terdampak konflik. Inisiatif ini dinilai sangat krusial mengingat infrastruktur air di wilayah tersebut runtuh akibat eskalasi militer.
Penghargaan kedua, Letter of Commendation, diraih berani peran aktif pasukan TNI dalam mencegah konflik terbuka antara Lebanese Armed Forces (LAF) dan Israel Defense Forces (IDF). Langkah taktis de-eskalasi yang dilakukan mampu meredam ketegangan di perbatasan yang sempat memicu potensi insiden internasional.
Komandan Satgas TNI Konga UNIFIL, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, mengungkapkan rasa syukur dan bangga. “Pembangunan instalasi air bersih bukan sekadar tugas, melainkan pengabdian nyata prajurit TNI sekaligus wujud kami sebagai Duta Budaya Bangsa,” ujarnya usai upacara penyambutan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
Sayang, di balik keberhasilan ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (dalam amanat yang dibacakan Asops Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun) menyampaikan duka mendalam. Empat prajurit terbaik gugur sebagai Kusuma Bangsa di medan tugas selama kurang lebih 13 bulan masa penugasan 2025/2026.
“Para prajurit telah melewati lingkungan operasi yang sangat dinamis, kompleks, dan penuh risiko. Tingginya eskalasi konflik menuntut keteguhan mental dan profesionalisme tinggi,” demikian kutipan amanat Panglima.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mengamankan amanat konstitusi untuk ikut serta mewujudkan perdamaian dunia. Kontingen Garuda yang terdiri dari berbagai unsur—mulai dari Satuan Taktis, Military Police, Military Civic Outreach, hingga rumah sakit tingkat II—telah menjadi cermin nyata peran Indonesia di panggung global.(MI)




























