Mediafbi.com | Penajam – Mewaspadai peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipicu cuaca ekstrem kemarau panjang akibat fenomena El Nino, jajaran Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait menggelar Apel Gabungan Siaga Karhutla di halaman Mako Polres PPU, belum lama ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta mengecek kelayakan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Mulai dari kendaraan operasional, alat pemadam api, hingga peralatan komunikasi darurat, semuanya diperiksa secara saksama agar benar-benar siap beroperasi kapan pun dibutuhkan.
Tiga Pilar Utama Penanganan Karhutla
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, bertindak langsung sebagai pimpinan apel. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kunci keberhasilan menghadapi ancaman Karhutla terletak pada kecepatan dan sinergi lintas sektor.
Ada tiga pesan strategis yang ia sampaikan kepada seluruh pasukan gabungan:
1. Deteksi Dini dan Patroli Intensif – Personel diminta untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan kebakaran, terutama di area gambut dan lahan kering yang sangat mudah tersulut api.
2. Koordinasi Terpadu – Ia mengingatkan agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh instansi wajib membangun komunikasi yang cepat dan akurat demi mempercepat proses pemadaman jika terjadi titik api.
3. Kesiapsiagaan Alat dan Logistik – Setiap peralatan harus dalam kondisi prima. “Jangan sampai terjadi kendala teknis saat api sudah di depan mata,” tegasnya.
Kapolres juga menyampaikan slogan yang menjadi pegangan dalam operasi kali ini, “Jangan menunggu api membesar untuk bertindak. Cegah sejak dini, deteksi secepat mungkin, dan tangani secara terpadu.”
Libatkan Masyarakat sebagai Garda Terdepan
Selain menyiapkan kekuatan aparat, apel siaga ini juga menjadi momentum untuk mengajak peran aktif masyarakat. Kapolres mengimbau agar warga tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena praktik ini menjadi penyebab utama meluasnya Karhutla di wilayah Kaltim.
Ia meminta masyarakat segera melapor ke aparat terdekat jika melihat adanya kepulan asap atau titik api di sekitar lingkungan mereka. “Keberhasilan kita sangat ditentukan oleh kecepatan informasi dari lapangan,” imbuhnya.
Tindak Lanjut Langsung: Patroli dan Edukasi
Usai apel, suasana tidak langsung bubar. Personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP langsung bergerak melakukan patroli soft force di sejumlah wilayah rawan Karhutla di Kabupaten PPU. Dalam patroli tersebut, mereka menyambangi pemukiman warga untuk memberikan edukasi secara humanis tentang bahaya asap kebakaran bagi kesehatan dan lingkungan.
Sinergi ini merupakan kelanjutan dari komitmen Forkopimda PPU yang sebelumnya telah melakukan latihan fisik bersama dan rembuk santai pada awal Agustus lalu. Sekretaris Daerah PPU, Tohar, bahkan menegaskan bahwa periode hari tanpa hujan menjadi perhatian serius semua pihak, sehingga pencegahan dini harus terus digalakkan.
Dengan kesiapan penuh dari aparat dan dukungan masyarakat, diharapkan Kabupaten Penajam Paser Utara mampu meminimalisir dampak buruk Karhutla, menjaga kualitas udara, serta melindungi ekosistem hutan yang tersisa.(*)
































