Mediafbi.com | SUKABUMI, – Sebanyak 1.158 perwira Polri resmi dilantik sebagai lulusan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54. Upacara yang dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo di Sukabumi, Kamis (6/11), menandai dimulinya tugas baru para perwira muda ini.
Dalam arahan tegasnya, Wakapolri menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kenaikan pangkat, melainkan titik awal perubahan. “Masyarakat menunggu aksi, bukan janji. Tunjukkan di lapangan bahwa kehadiran kalian membawa perbaikan nyata bagi wajah Polri,” tegas Dedi Prasetyo.
Dia menyatakan, para lulusan SIP kini beralih peran dari pelaksana menjadi pengendali di lapangan. Mereka dituntut untuk membimbing anggota, menjaga standar pelayanan, dan memastikan kebijakan pimpinan dijalankan dengan baik.
Fokus Pulihkan Kepercayaan Publik
Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, Polri telah meluncurkan program Quick Wins Akselerasi Transformasi dan buku Do’s and Don’ts. Wakapolri mengingatkan, program itu tidak boleh berhenti sebagai slogan.
“Quick Wins bukan di atas kertas. Ukurannya sederhana: masyarakat merasa aman, dilayani dengan hormat, dan percaya bahwa polisi bekerja untuk mereka,” ujarnya.
Dua unit yang menjadi ujung tombak pelayanan, yaitu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan fungsi Patroli dan Pengamanan Tempat (PAMAPTA), akan menjadi tempat penugasan utama para inspektur baru. Perubahan pola pelayanan di kedua unit ini diharapkan mampu menampilkan wajah baru Polri yang humanis dan profesional.
Tiga Prioritas dan Peringatan Bijak Bermedia Sosial
Wakapolri juga menyoroti tiga prioritas nasional yang harus segera ditindaklanjuti: pemberantasan narkoba, penindakan penyelundupan, dan perang terhadap judi online. “Tiga hal ini tidak bisa ditunda. Tindakan tegas dan akuntabel harus segera dilakukan di lapangan,” tegasnya.
Di era digital, Dedi Prasetyo mengingatkan seluruh perwira untuk bijak menggunakan media sosial. “Reputasi Polri tidak hanya dibangun di kantor, tetapi juga di ruang digital. Gunakan media sosial untuk menebar kepercayaan, bukan kontroversi,” pesannya.
Dengan semangat baru, 1.158 perwira muda ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan nyata dalam tubuh Polri dan mengembalikan kepercayaan publik melalui pelayanan yang cepat dan berintegritas.(*)




























