Mediafbi.com | Jakarta -Presiden Rusia Vladimir Putin melayangkan tudingan keras terhadap Ukraina menyusul serangan drone yang memicu kebakaran hebat di sebuah kilang minyak di kota Tuapse, Selasa (28/4).
Putin menilai bahwa pihak Ukraina saat ini mulai mengalihkan fokus dengan meningkatkan intensitas serangan yang menargetkan infrastruktur sipil di wilayah kedaulatan Rusia.
Insiden di Tuapse tersebut menandai serangan ketiga yang menyasar fasilitas strategis di wilayah Laut Hitam dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan penggunaan teknologi pesawat nirawak secara masif untuk menembus batas pertahanan energi negara.
Pemerintah Ukraina sendiri telah mengakui keterlibatan mereka dalam serangan ke kilang minyak tersebut. Kyiv menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari strategi militer untuk mengganggu roda industri minyak Rusia.
Dengan melemahkan sektor energi, Ukraina berharap dapat memangkas anggaran serta sumber daya yang digunakan Moskow untuk membiayai operasi militer di wilayah Ukraina.
Menanggapi gelombang serangan terbaru tersebut, Vladimir Putin memberikan pernyataan resmi yang disiarkan ke seluruh penjuru Rusia.
Ia menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas energi sipil, seperti yang terjadi di Tuapse, memiliki risiko yang sangat berbahaya, terutama terkait potensi bencana lingkungan yang luas jika tidak segera ditangani.
Meskipun mengakui adanya peningkatan frekuensi serangan, Putin memastikan bahwa otoritas setempat telah bergerak cepat.
Berdasarkan laporan dari gubernur di wilayah terdampak, situasi di Tuapse berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan ancaman yang bersifat permanen bagi penduduk sekitar. Tim di lapangan disebut telah berhasil mengatasi tantangan teknis akibat ledakan drone tersebut.
Putin juga menegaskan bahwa aparat keamanan Rusia terus memperketat pengawasan di objek-objek vital nasional.
Serangan terhadap infrastruktur energi ini dianggap Rusia sebagai bentuk provokasi yang dapat memicu konsekuensi serius, di tengah upaya kedua belah pihak untuk saling melemahkan basis logistik dan ekonomi dalam peperangan yang masih berlanjut.(jp)




























