Mediafbi.com | Balikpapan – Pekan Budaya Borneo (PBB) 2025 resmi ditutup di Balikpapan, Rabu (10/12/2025), setelah sukses memamerkan kekayaan seni dan harmoni budaya Pulau Kalimantan. Acara bertajuk “Jejak Maestro para Penjaga Tradisi” ini menjadi wadah apresiasi bagi para pelestari budaya sekaligus etalase dinamika kesenian Borneo yang berpadu dengan modernitas.
Penutupan secara simbolis dilakukan oleh Edy Gunawan, S.Hum., Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Utara. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan kepada para maestro yang telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat tradisi.
“Semangat ‘Jejak Maestro’ harus terus menginspirasi generasi penerus,” ujar Edy Gunawan.
Selama penyelenggaraannya, PBB 2025 berhasil menghadirkan spektrum seni yang luas dan menarik. Publik disuguhi beragam pertunjukan, seperti paduan alat musik tradisional dengan aransemen modern, pementasan teater yang mengangkat cerita rakyat hingga isu sosial kekinian, serta ragam tarian mulai dari kreasi kontemporer, tari tradisional sakral, hingga pertunjukan Barongsai yang memeriahkan atmosfer multikultural.
Ritual adat dan berbagai khasanah budaya lainnya juga tampil apik dalam bingkai acara ini. Keberagaman sajian tersebut membuktikan bahwa kekayaan budaya Kalimantan tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu hidup berdampingan secara harmonis dan berkembang dengan sentuhan masa kini.
Pekan Budaya Borneo yang diselenggarakan oleh BPK Wilayah XIV ini diharapkan tidak hanya sekadar festival. Melainkan, dapat semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap budayanya sendiri dan menjadi pemicu untuk kolaborasi seni lintas daerah yang lebih erat di masa depan.
Dengan ditutupnya acara ini, “Jejak Maestro” yang ditinggalkan diharapkan terus menjadi penuntun bagi pelestarian dan inovasi kebudayaan Borneo yang berkelanjutan.(NK/Mudy)





























